12 Tradisi Pernikahan Tionghoa

Pernikahan Tionghoa berakar pada tradisi budaya yang diwariskan turun-temurun. Setiap ritual diresapi dengan makna simbolis yang mendalam, yang mencerminkan nilai-nilai dan kepercayaan budaya Tionghoa. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua belas tradisi pernikahan Tionghoa yang penting, menyelidiki asal-usul, makna, dan perannya dalam pernikahan Tionghoa modern.

1.Hadiah Lamaran dan Pertunangan

Dalam budaya tradisional Tiongkok, proses pernikahan diawali dengan lamaran dan pertukaran hadiah pertunangan. Keluarga mempelai pria mengirimkan lamaran resmi kepada keluarga mempelai wanita, disertai dengan seperangkat hadiah yang dikenal sebagai “聘礼” (pìn lǐ). Hadiah-hadiah ini biasanya berupa uang, perhiasan, dan barang berharga lainnya, yang melambangkan ketulusan dan kemampuan mempelai pria untuk menafkahi mempelai wanita. Keluarga mempelai wanita kemudian membalasnya dengan seperangkat hadiah mereka sendiri, yang menyegel pertunangan dan menandai dimulainya persiapan pernikahan.

vietnamese bride, vietnamese groom, vietnamese wedding-7048760.jpg

2. Memilih Tanggal Pernikahan

Memilih tanggal yang baik untuk pernikahan merupakan langkah penting dalam perencanaan pernikahan Tionghoa. Tanggal dipilih berdasarkan kalender lunar, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tanda zodiak pasangan dan fase bulan. Tanggal yang dipilih diyakini membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi pasangan. Keluarga sering berkonsultasi dengan peramal atau almanak Tiongkok yang dikenal sebagai “Tong Shu” (通书) untuk menentukan hari terbaik untuk pernikahan.

3. Upacara Menyisir Rambut

Upacara menyisir rambut, yang dikenal sebagai “上头” (shàng tóu), merupakan ritual yang dilaksanakan pada malam sebelum pernikahan. Kedua mempelai berpartisipasi dalam upacara ini secara terpisah di rumah mereka masing-masing. Orang tua atau kerabat yang lebih tua menyisir rambut mereka sambil membacakan doa, yang melambangkan transisi pasangan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Upacara ini dimaksudkan untuk mendatangkan keberuntungan, umur panjang, dan pernikahan yang harmonis.

wedding, bride, headpiece-6539887.jpg

4. Mahar Pernikahan

Keluarga mempelai wanita menyiapkan mas kawin, yang dikenal sebagai “嫁妆” (jià zhuāng), yang terdiri dari barang-barang yang akan dibawa mempelai wanita ke rumah barunya. Mas kawin biasanya meliputi perabotan, barang-barang rumah tangga, dan barang-barang pribadi, semuanya dipilih untuk memastikan kenyamanan dan kesejahteraan mempelai wanita dalam kehidupan barunya. Mas kawin dipajang di rumah mempelai wanita sebelum dibawa ke rumah mempelai pria, yang melambangkan dukungan dan restu keluarga untuk mempelai wanita.

5. Permainan Pintu Pernikahan

Pada hari pernikahan, mempelai pria dan pengiring prianya harus melewati serangkaian "permainan pintu" (闯门, chuǎng mén) yang diadakan oleh para pengiring pengantin wanita untuk menguji cinta dan tekadnya untuk menikahi sang pengantin wanita. Permainan ini dapat mencakup tantangan yang menyenangkan, teka-teki, dan tugas yang harus diselesaikan oleh mempelai pria sebelum ia diizinkan untuk melihat pengantin wanitanya. Tradisi ini menambah unsur kesenangan pada hari pernikahan dan melambangkan dedikasi mempelai pria untuk mengatasi rintangan demi kekasihnya.

6. Upacara Minum Teh

Upacara minum teh, yang dikenal sebagai “敬茶” (jìng chá), merupakan salah satu ritual terpenting dalam pernikahan Tionghoa. Kedua mempelai menyajikan teh kepada orang tua dan kerabat yang lebih tua sebagai tanda penghormatan dan rasa terima kasih. Sebagai balasannya, pasangan tersebut menerima berkat dan hadiah, sering kali dalam bentuk angpao (红包, hóng bāo) yang berisi uang atau perhiasan. Upacara ini melambangkan penyatuan dua keluarga dan bakti pasangan tersebut kepada orang tua.

7. Tema Warna Merah

Merah adalah warna dominan dalam pernikahan Tionghoa, yang melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Pengantin wanita biasanya mengenakan gaun pengantin merah, yang dikenal sebagai “旗袍” (qí páo) atau “褂” (guà), yang dihiasi dengan sulaman yang rumit. Dekorasi merah, termasuk lentera, spanduk, dan pita, digunakan di seluruh tempat pernikahan untuk menciptakan suasana yang meriah. Penggunaan warna merah meluas ke berbagai elemen pernikahan, termasuk undangan, amplop, dan bahkan kue pernikahan.

chinese wedding dress, marriage, wedding-1613172.jpg

8. Lilin Naga dan Phoenix

Selama upacara pernikahan, pasangan menyalakan sepasang lilin yang dikenal sebagai “龙凤烛” (lóng fèng zhú), atau lilin naga dan burung phoenix. Lilin-lilin ini melambangkan kedua mempelai, dengan naga yang melambangkan mempelai pria dan burung phoenix yang melambangkan mempelai wanita. Menyalakan lilin-lilin ini menandakan penyatuan dua keluarga dan harapan pasangan untuk pernikahan yang harmonis dan sejahtera.

9. Pakaian Tradisional

Selain gaun pengantin berwarna merah, pengantin wanita juga dapat mengenakan “鳳冠霞帔” (fèng guān xiá pèi), hiasan kepala dan jubah pernikahan tradisional Tiongkok. Pengantin pria biasanya mengenakan “长袍马褂” (cháng páo mǎ guà), jubah panjang dan jaket. Pakaian tradisional ini sering dihiasi dengan desain dan sulaman yang rumit, yang menunjukkan warisan pasangan dan menambah kemegahan acara tersebut.

10. Pesta Pernikahan

Perjamuan pernikahan, yang dikenal sebagai “喜宴” (xǐ yàn), adalah pesta mewah yang merayakan pernikahan kedua mempelai dan menghormati keluarga serta sahabat mereka. Perjamuan biasanya terdiri dari berbagai hidangan, yang menyajikan makanan yang membawa keberuntungan seperti ikan, yang melambangkan kelimpahan, dan hidangan penutup yang manis, yang melambangkan pernikahan yang manis dan harmonis. Pidato, bersulang, dan hiburan, seperti barongsai dan musik tradisional, menambah suasana pesta.

11. Kembang Api dan Tarian Barongsai

Untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan, petasan sering dinyalakan selama perayaan pernikahan Tionghoa. Suara keras tersebut diyakini dapat mengusir energi negatif dan memastikan awal yang positif bagi kehidupan pernikahan pasangan tersebut. Selain itu, pertunjukan barongsai, yang menampilkan kostum berwarna-warni dan gerakan yang energik, biasanya disertakan untuk membawa kegembiraan dan kemakmuran bagi pasangan dan tamu mereka.

12. Upacara Penataan Tempat Tidur

Upacara menata tempat tidur, yang dikenal sebagai “安床” (ān chuáng), dilaksanakan sebelum hari pernikahan. Seorang “wanita pembawa keberuntungan,” biasanya seorang wanita dengan keluarga yang sehat dan banyak anak, dipilih untuk menata tempat tidur pasangan tersebut. Tempat tidur dihiasi dengan barang-barang yang membawa keberuntungan seperti seprai merah, bantal naga dan burung phoenix, serta buah-buahan seperti kurma dan biji teratai, yang melambangkan kesuburan dan pernikahan yang bahagia. Upacara ini dimaksudkan untuk memberkati pasangan tersebut dengan persatuan yang harmonis dan sejahtera.

Kesimpulan

Tradisi pernikahan Tionghoa merupakan perpaduan indah antara warisan budaya dan ritual simbolis yang mencerminkan nilai dan kepercayaan masyarakat Tionghoa. Setiap tradisi, mulai dari lamaran dan hadiah pertunangan hingga upacara tatap muka, memainkan peran penting dalam memastikan kebahagiaan, kemakmuran, dan keharmonisan pasangan. Dengan memahami dan menghormati tradisi ini, pasangan dapat menciptakan pernikahan yang bermakna dan berkesan yang merayakan cinta dan akar budaya mereka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian